Langsung ke konten utama

Wiro Sableng #137 : Aksara Batu Bernyawa

Wiro Sableng #137 : Aksara Batu Bernyawa - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : 113 LORONG KEMATIAN

PANTAI Selatan. Arah timur Parangteritis. Menjelang tengah malam. Langit kelihatan hitam diselimuti awan tebal yang telah menggantung sejak senja berlalu. Tiupan angin keras dan dingin terasa menusuk sangat. Kalau saja tidak ada suara debur gulungan ombak yang kemudian memecah di pasir, kawasan pantai selatan itu niscaya diselimuti kesunyian berkepanjangan.

Di balik sederetan semak belukar liar, dua sosok berpakaian dan berdestar hitam mendekam tak bergerak laksana batu. Mata masing-masing yang nyaris hanya sesekali berkedip memandang lekat ke tengah lautan. Ketika salah seorang diantara mereka keluarkan ucapan memaki, hanya mulut saja yang bergerak. Kepala dan tubuh tetap diam.

"Sialan!" Orang yang memaki ini memiliki kepala besar. Sepasang alis kelihatan aneh karena yang kiri hitam lebat sebaliknya alis sebelah kanan berwarna putih rimbun. Hidung besar tapi kelihatan seperti penyok. Pada kening dan pipi ada bentol-bentol hitam. Wajah manusia satu ini sungguh sangat tidak sedap untuk dipandang.

"Apa yang sialan Putu Arka?" tanya kawan si alis aneh yang duduk mencangkung di sebelah. Orang ini bernama Wayan Japa, berwajah panjang lancip. Kalau Putu Arka memiliki keanehan pada sepasang alis maka Wayan Japa punya keanehan pada mata kiri. Mata ini putih semua seolah tidak ada bola mata, tapi anehnya mampu melihat seperti mata kanan yang terlihat jelas bola matanya.

"Langit itu!" Jawab Putu Arka sambil tudingkan telunjuk tangan kanan ke atas.

"Langit?" Teman yang bertanya mendongak ke atas, menatap ke arah langit. "Ada apa dengan langit?"

"Apa matamu buta?!" Suara Putu Arka menyentak tapi perlahan. Kedu
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #137 : Aksara Batu Bernyawa - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bio Wave Waist Guard : Mencegah Cedera Pinggang Dan Menurunkan Berat Badan

Bio-Wave adalah sistem kesehatan yang menggabungkan dinamo terapi (fluks magnetik), thermotherapy (inframerah), dan oksigenasi (anion); aspek-aspek ini menyediakan Anda dengan pengobatan rinci dan komprehensif yang menghasilkan terapi yang mendalam untuk tubuh Anda. Nyaman, ringan dan trendi, desain ergonomis layaknya setiap bentuk tubuh. Produk ini luar biasa juga bisa u untuk mencegah kerusakan berurutan ke pinggang dan penggunaan jangka panjang juga dapat membantu dalam penurunan berat badan. Desain : Dengan desain ergonomis yang unik produk memastikan agar sesuai dengan baik dan cetakan untuk bentuk tubuh Anda. Ada dua jenis bahan dukungan elastis digunakan untuk mendukung bagian belakang pinggang Anda, sebagai akibatnya ini membantu meluruskan tulang belakang Anda dan memaksimalkan kenyamanan. Penggunaan jangka panjang dari produk tersebut tidak akan menyebabkan semua jenis ketidaknyamanan sebagai bahan yang digunakan adalah kualitas tertinggi. Produk ini ti...

Anda Ingin Jadi Dewa? Belajarlah Bahasa Mandarin!

Oleh: Grace Suryani “Belajar bahasa mandarin?? Ogah ah. Itu mah susah banget. Bahasa Dewa itu mah.” Demikian biasanya keluh dan curhatan banyak orang. Banyak orang yang frustrasi dengan pelafalan, nada maupun hanzi (aksara china) yang njelimet¸ sehingga mereka mengatakan bahasa Mandarin = bahasa dewa. Tanggapan saya biasanya adalah, “Well, kalau bahasa Mandarin adalah bahasa dewa dan kamu bisa bahasa mandarin sedikit, berarti kamu dewa.” Maksud saya, jadilah positif! Jangan karena merasa itu bahasa ‘dewa’, lalu jadi malas belajar. Justru berpikirlah, kalau itu bahasa ‘dewa’ dan saya bisa berarti saya ‘dewa’. Hehehe. Semua bahasa itu punya tantangannya. Itu sulit, tapi tidak mustahil untuk ditaklukkan. Halangan lain yang menghambat adalah kekurang mengertian masyarakat akan pentingnya bahasa Mandarin. Coba kita lihat percakapan di bawah ini … *** “Menurut kalian penting ngga sih belajar bahasa Mandarin?” “Ohh … Penting sekali, laoshi.” “Kenapa penting?” “Yah karena bangs...

Jangan Ikut-ikutan

Siang hari dengan teriknya sinar matahari. Andi, anak smp kelas 1 sangat senang bermain-main dengan sepeda kesayangannya di tengah halaman rumah. Dan terkadang ia pun berkreliling-keliling di daerah sekitar rumahnya. Ketika andi sedang asik bermain dengan sepedanya, tiba-tiba datang lah seorang teman andi yang bernama dony dengan menggunakan sepeda motor. Seketika membuat andi ingin ikut mencoba. “don, berani sekali kamu mengendarai sepeda motor itu. Padahal sepeda motor itu lebih besar dari pada kamu.” kata andi dengan rasa penasarannya. “hahaha, kenapa tidak?” dengan sombongnya “hanya anak penakut saja yang tidak berani.” kata dony dengan angkuhnya sambil beranjak pergi meninggalkan andi. Terbesit dalam benak andi ingin ikut mencoba. Dengan rasa ragu ia memberanikan diri untuk mencoba mengendari salah satu sepeda motor milik orang tuanya sambil menuju garasi rumah. Dengan perlahan ia mengeluarkan sepeda motor tersebut dari garasi. Meski dengan rasa takut akan dimarahai oleh sang...